2AM: The Smiling Man, Si Penguntit yang Bikin Jantungan

Smiling Man
Youtube/Michael Evans


2AM: The Smiling Man merupakan sebuah film pendek yang disutradarai oleh Michael Evans. Film ini hanya dibintangi oleh dua karakter saja, yakni Sean Simon sebagai Roamer atau kita akan menyebutnya sebagai pejalan kaki dan Paul Foltz sebagai Smiling Man. Meski begitu, film ini cukup mampu memberikan kengerian yang pasti bisa dinikmati. Ceritanya pun sangat padat dengan durasi yang begitu singkat. Tanpa basa-basi, mari kita masuk!


Alur

Cerita dimulai dengan seorang Roamer atau pejalan kaki yang memang hanya sekedar berjalan di penghujung malam, tepatnya pukul 2 pagi. Ia berjalan di atas trotoar, di tempat gelap dan sepi. Sebuah kegiatan yang jelas membahayakan dirinya sendiri.

Si pejalan kaki tiba-tiba berhenti, memandang ke arah jauh. Ia bertemu orang asing berjas dengan perilaku aneh. Kepalanya menengadah ke atas sembari tersenyum lebar. Si Smiling Man ini berjalan dengan gerakan yang juga tak kalah aneh. Sedikit berirama.

Si pejalan kaki pada awalnya hanya tersenyum saja, dikiranya mungkin hanya orang iseng atau terlalu kebanyakan minum biasa. Lalu ia akhirnya sadar, ada yang aneh dengan lelaki itu. Ia merasa si pria berjas ini terus menerus mendekatinya. Langkah-langkah kaki jenjangnya mulai membuat pejalan kaki cemas.

Untuk menghindari berburuk sangka, si pejalan kaki kemudian sengaja menyeberang jalan, bermaksud melewatinya ke jalur yang lain. Ternyata si pria berjas itu benar-benar mengancamnya. Saat membalikan badan, si Smiling Man berhenti menuju ke arah Roamer dengan masih memandangi langit sambil tetap tersenyum lebar.

Si pejalan kaki mencoba menenangkan diri, ia kembali berjalan seolah tidak terjadi apa-apa. Namun suara langkah Smiling Man membuat pejalan kaki terpaksa memeriksanya kembali. Ia melirik badannya ke belakang, Smiling Man kini berjongkok lalu berdiri perlahan. Smiling Man menghampiri pejalan kaki lagi, masih dengan gelagat aneh yang sama. Pejalan kaki mulai panik, napasnya mulai sulit bisa dikendalikan lagi.

Dengan mengumpulkan keberanian, ia menunggu Smiling Man. Saat sudah hampir saling berekatan, pejalan kaki bertanya, "apa yang sebenarnya kamu inginkan?" Smiling Man tidak menggubris, perlahan ia berbalik badan dan sepertinya akan berhenti mengganggu pejalan kaki itu.

Merasa sudah sangat aman, si pejalan kaki kemudian melanjutkan perjalanannya. Tiba-tiba suara langkah orang yang sedang berlari terdengar oleh si pejalan kaki. Jelas, itu Smiling ManSmiling Man berlari mengejar pejalan kaki yang spontan kabur dari kejaran orang aneh itu.

Si pejalan kaki terus berlari hingga menuju ke jalanan minim sinar lampu. Ia berhenti di tempat itu, ia sangat kelelahan dan tak sanggup lagi berlari. Lagipula, saat si pejalan kaki melihat keadaan, Smiling Man sudah tidak mengejarnya lagi. Pejalan kaki membukukan badannya, ia sangat kelelahan sekaligus ketakutan. Saat ia kembali ingin meluruskan badannya, si pria aneh itu sudah berada di depannya, mengagetkannya (termasuk penonton), dengan mimik senyuman yang mengerikan, layar pun menghitam. Film The Smiling Man berakhir.

Plus (+)

Meski plot cerita yang ditawarkannya cukup singkat, namun atmosfer kengeriannya patut diacungi jempol. Sutradara sepertinya lebih menekankan pada cerita yang bisa lebih dekat dengan penontonnya. Cerita dalam film pendek ini bisa saja terjadi terhadap diri penonton itu sendiri. Maka sudah pasti atmosfer kengeriannya bisa terasa lebih intens terhadap pribadi penonton.

Selain itu, kengerian dalam film The Smiling Man ini juga diperkuat oleh latar belakang musiknya. Suara gitar yang begitu tebal yang terdengar di awal-awal film, cukup memberikan suasana menjadi makin mencekam. Belum lagi langkah kaki dari Roamer dan Smiling Man terdengar jelas, pertanda bahwa jalanan itu sangat sepi, dan hanya ada mereka berdua di sana.

Efek suara yang timbul begitu padu dengan kejadian yang sedang berlangsung. Misalnya saat si pejalan kaki menyeberang jalan, melirik ke belakang dengan mimik muka kaget, adegan saat pejalan kaki kelelahan dan sebagainya, sangat-sangat padu. Meski musiknya lebih dominan suara gitar saja, hal itu tidak membuat alur ceritanya menjadi terganggu.

Sinematografinya juga pas. Tidak lebay, tidak memaksa, ya... ciri khas film pendek lah. Sangat enak dan memanjakan mata. Bahkan saya cukup menikmati ketika kamera menampilkan kepanikan si pejalan kaki dengan gerakan kamera yang tidak karuan. Semakin menjelaskan bahwa si pejalan kaki sedang terancam dan ia super panik.

Minus (-)

Untuk penonton awam yang hanya mampu menikmati saja, saya rasa film ini sudah lebih dari cukup. Durasinya yang pendek, singkat, serta jelas, sesuai dengan alur ceritanya yang juga sangat padat. Untung saja sutradara memilih untuk tidak membuat ceritanya bertele-tele.

Hampir tidak ada minusnya untuk film pendek ini. Semua dikemas dengan porsi yang sewajarnya. Meskipun harus diakui durasi 4 menit belum cukup memuaskan hasrat menonton saya. Maunya lebih, bagus soalnya.

Skala Angka

  • Cerita: 5,5/10
  • Atmosfer: 7/10
  • Act: 7,5/10
  • Visual: 6,5/10
Untuk skala angka keseluruhan film 2AM: The Smiling Man ini, Ruang eNIeR berikan angka: 6,6.

Itulah resensi singkat untuk film pendek 2AM: The Smiling Man. Sajian kengerian yang pendek, namun sangat saya rekomendasikan untuk kalian para pecinta film horor. Bagi yang penasaran ingin menonton filmnya, silakan cari saja di Youtube resmi sang sutradara atau bisa langsung menontonnya di bawah ini. Sampai jumpa di histeria stori selanjutnya.


4 Komentar

Kamu punya tanggapan? Kirim saja melalui komentar di bawah ini, ya! Komentarmu akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi, tahukan apa maksudku?

  1. Hallo kak Nandar, kali ini gak kurang huruf r nya hehehe.
    Filmnya ngingetin saya postingan di IG yang nyeritain rekayasa cewe yang jogging malam, dan ketemu sama hantu serdadu. Hantu ini ngejar dia terus, malah sampai ke apartemennya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe ketemu lagi, tapi di tempat berbeda. Syukurlah, mulai paham. Hehe
      Oh yang hantu tentara itu. Sebetulnya saya juga mau bahas itu, tapi berhubung emang mirip, maka saya lebih mau bahas yang ini dulu. Menghormati yang punya ide duluan, kira-kira begitu.

      Hapus
  2. Seram amat itu senyumnya 🙈

    Keknya asik nih ditonton, cuman gk berani nonton sendirian ntar jantungan lagi pas lihat senyumnya :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rating jumpscarenya masih aman, kok. Jadi masih amanlah buat ditonton.

      Hapus

Posting Komentar

Kamu punya tanggapan? Kirim saja melalui komentar di bawah ini, ya! Komentarmu akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi, tahukan apa maksudku?

Lebih baru Lebih lama